Minggu, 19 Februari 2012

Teknik Bermain Piano Bagi Pemula


Bermain musik yang menyenangkan dapat dimotivasi dari sejak pelajaran pertama dengan menanamkan cara bermain dengan postur dan penguasaan motorik halus yang benar untuk menghasilkan bunyi yang bagus. Murid dapat mempelajari bagaimana cara menekan tuts dan memahami bagaimana jari, tangan dan lengan saling bekerja sama dalam menciptakan bunyi tsb. 

Teknik merupakan salah satu learning field yang menitikberatkan kepada: kontrol badan, tangan dan jari, ketepatan/keakuratan (precise), movement form, koordinasi, a free & relax movement from the body, elastisitas dan teknik menekan tuts/artikulasi.

 DEFINISI TEKNIK BERMAIN
Teknik bermain dapat didefinisikan sebagai “mampu melakukan apa yang ingin dilakukan pada tuts piano”. Disini teknik bukan hanya merupakan sebuah gerakan motorik/fisik, tetapi teknik juga merupakan media yang dapat mengekspresikan musikalitas lagu – disinilah letak sisi artistik dari sebuah teknik.  

 Bunyi yang musikal akan terbentuk ketika terjadi kesinambungan gambaran mental antar gerakan fisik dan bunyi yang diinginkan. Bila gambaran mental itu jelas, maka gerakan yang dilakukan pun menjadi lebih efisien. Jadi dengan adanya gambaran mental tsb., seseorang akan mampu memproduksi bunyi yang diinginkan tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menguasai suatu permainan teknik dengan tingkat kesulitan tertentu.

Contohnya: bermain dengan tidak bersih (unclean playing) - biasanya ditandai dengan menekan tuts yang salah diantara kedua not yang bersebelahan, seharusnya tuts ditekan pada bagian tengahnya. Hal ini sering terjadi karena tangan sang pemain kaku dan pemain panik dalam menentukan mana tuts yang harus ditekan. Ketika gambaran mental tentang not mana yang harus ditekan menjadi jelas dan gambaran kinestetik tentang bagaimana rasanya menekan tuts sebelum memainkannya pada tuts yang sebenarnya telah terbentuk, maka tangan dan jari akan merespon dan bermain dengan tepat sesuai dengan gambaran mental yang diinginkan. Gambaran mental ini merupakan salah satu bentuk metode latihan mental training yang disebut sebagai visualisasi (visualization), dimana latihan dilakukan didalam pikiran kita (cara berpikir).

Definisi “teknik bermain” yang lain:
  • Kemampuan untuk membentuk bunyi melalui realisasi gerakan bermain tertentu pada suatu instrumen musik 
  • Produk yang dihasilkan dari inteligensi dan ketekunan 
  • Terletak tidak pada kekuatan, stamina, kecepatan dan fingering, melainkan pada cara berpikir, misalnya: menangkap ide musikalis dari lagu, inner hearing, bagaimana cara menghasilkan bunyi/nuansa tertentu 
  • Pemahaman mekanisme jari dan *teknik berekspresi (menurut Margit Varro) *teknik berekspresi: penguasaan dinamika lagu, pattern/phrase lagu, kontrol dari berat lengan, badan, tangan dan jari, serta inner rhythm

Murid tingkat pemula (beginner) dan basic/elementary belajar menggunakan tubuh mereka dalam mengembangkan:
  • Postur yang benar dan nyaman 
  • Kontrol badan, tangan dan jari yang akurat/tepat (precise) 
  • Gerakan tangan dan posisi jari yang natural, bebas (elastis) dan rileks (tidak kaku) 
  • Gerakan seluruh bagian lengan (whole-arm motion) 
  • Koordinasi antara jari dan lengan 
  • Koordinasi setiap jari dan gerakan yang independen dari jari 
  • Koordinasi tangan dan gerakan independen tangan 
  • *Bridge yang kuat (*bridge: bagian tulang yang menghubungkan jari dan tangan) 
  • Posisi rileks jari saat berada di udara dan berada dalam posisi tidak bermain/pasif
Kemampuan dari segi teknik yang harus dikembangkan oleh murid tingkat pemula (beginner) dan basic/elementary – target utama (main target) dalam learning field technique adalah: (lebih spesifik dari poin-poin diatas)
  • Produksi bunyi nada (tone) yang indah di berbagai level dinamika 
  • Cara menekan tuts dengan berbagai artikulasi: staccato, legato dan non-legato (portato) 
  • Dua not dengan tanda slur 
  • Keseimbangan cara memainkan melody and accompaniment pada RH dan LH 
  • Pergerakan seluruh bagian lengan (whole-arm motion) dalam memainkan suatu phrase (mempelajari bentuk-bentuk gerakan yang ada) 
  • Perubahan posisi tangan secara halus (termasuk perubahan oktaf) 
  • Kelancaran dalam bermain piano (bermain secara kontinu tanpa terburu-buru) 
  • Perluasan jangkauan jari dalam bermain interval 6th, 7th dan 8ve (tergantung dari ukuran individual tangan murid) 
  • Pergerakan ibu jari yang halus dalam berpindah posisi melalui bagian bawah jari (thumb turns & finger crossings) 
  • Kebiasaan menggunakan penjarian (fingering) yang baik dan benar
Nantinya main target dalam learning field teknik ini akan dibagi dalam tingkat kesulitan yang lebih spesifik pada dua tahun pertama murid level pemula (beginner) dan level basic (elementary) dengan pembagian sbb.:

  • Satu tahun ajaran pertama
  1. Pianist Seat” –  the correct position of spine, body, hand, arm & finger (Margit Varro)
  2. Development of body sensibility
  3. Orientation of keys on piano
  4. Coordination, rhythm and independent movement of both hands 
  5. Elementary movement study (studi menekan tuts piano dasar) 
  6. Elementary dynamic/expression (phrase, sound/tone character, articulation)
  7. Development of power finger 
  8. Skill to play 5-tone room in different scale 
  9. Introduction of Interval
  • Dua tahun ajaran pertama
  1. Blind-Play practice (*blind-play merupakan kemampuan untuk membaca notasi balok dan memainkannya pada instrumen musik tanpa melihat posisi jari)
  2. Double grips without legato (e.g. Terz) 
  3. Broken chords 
  4. Scales: one hand (regularly, keep the same tempo), two hands (similar & contrary motion) and major & minor keys 
  5. Elementary Spring hands practice 
  6. Mute/silent finger change 
  7. Legato - staccato 
  8. Dynamic & Tempo Improvement cresc./decresc. & acc./rit. 
  9. Melody & Accompaniment Contrast  
  10. Etude/Rudiments (Technique Exercises)
 
Latihan-latihan untuk murid tingkat pemula (beginner) dan basic/elementary mencakup:
  • Variasi pattern lima jari 
  • Permainan akor trinada secara bersamaan (blocked triads) dan secara terpisah (arpeggio/broken triads) 
  • Kadens I – IV, I – V dan I – IV – V (blocked  & broken triads) 
  • Thumb turns & finger crossings 
  • Tangga nada sederhana (scale passages) 
  • Not yang diulang dengan penjarian yang berbeda 
  • Teknik dasar bermain pedal 
  • Staccato vs. legato & vice versa (di tangan yang berbeda) – untuk melatih koordinasi jari dan tangan yang independen 
  • Permainan RH dan LH secara parallel dan berlawanan (parallel & contrary motion between RH - LH)
Teknik bermain merupakan kemampuan lain yang harus dilatih pada awal masa KBM dan merupakan salah satu learning field yang paling penting dalam pembentukan dan perkembangan ritmik dan kemampuan membaca notasi balok yang kuat.

Teknik bermain yang solid akan memfasilitasi murid untuk memproduksi kualitas bunyi yang diinginkan, bermain secara nyaman (comfortable) dan terlihat seperti ‘tanpa usaha’ (effortless), mengkoordinasi badan, lengan, tangan dan jari dengan rileks dan cara yang paling natural serta memainkan musik di berbagai tingkat studi. Teknik bermain yang benar harus ditanamkan dan dilatih dengan rajin serta teliti sejak jam pelajaran yang pertama pada anak supaya terbentuk menjadi kebiasaan yang baik.  


www.friztian-music.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar